Powered By Blogger

Kamis, 23 September 2010

Hai Bung! Kami Merindukanmu

Hai Bung! Apa kabarnya kau di sana?
Kami jamin kau pasti sedih
Hai Bung! Bagaimana kami ini?
Kami tahu, kau pasti caci kami jika bertemu

Hai Bung! Apa kau merasa kami lecehkan?
Kami tahu, kau pasti merasa itu
Tapi kami di sini merasa bangga dengan itu
Ah, tragis!

Hai Bung! Lihatlah kami di sini
Mereka lakukan ini pada kami
Amburadul memang!
Tapi penggantimu yang ini....

Hai Bung!
Kami heran dengan semua penggantimu
Tak seperti kau
Bung! Satu hal kami katakan
Kami merindukanmu

Senja, Selamat Jalan Kekasihku

Senja, Selamat Jalan Kekasihku
Kala itu kau pulang ke langit-Nya

Senja, kau tak lagi di sini
aku sendiri
di tempat yang dulu kita singgahi
kau yang dulu cerah
tiba-tiba gelap
senyuman hilang sudah


Aku masih ingin kau tak pergi
aku masih ingin kita bercengkrama
aku masih ingin kita bersama
aku masih ingin kau

Senja, kau ingat kita punya rencana
aku dan kau merayakan kemenangan
saat kau berdiri di angkasa
dan aku ikut tersenyum menang

Kau tak tahu
peluru menembus dari belakangmu
itu...!!
ah, aku tak sempat mengatakannya padamu


Kau tertidur dalam kesunyian
Senja, Selamat jalan kekasihku

Jumat, 03 September 2010

Vanilla Twilight

The stars lean down to kiss you
And I lie awake and miss you
Pour me a heavy dose of atmosphere

'Cause I'll doze off safe and soundly
But I'll miss your arms around me
I'd send a postcard to you, dear
'Cause I wish you were here

I'll watch the night turn light-blue
But it's not the same without you
Because it takes two to whisper quietly

The silence isn't so bad
'Til I look at my hands and feel sad
'Cause the spaces between my fingers
Are right where yours fit perfectly

I'll find repose in new ways
Though I haven't slept in two days
'Cause cold nostalgia
Chills me to the bone

But drenched in vanilla twilight
I'll sit on the front porch all night
Waist-deep in thought because
When I think of you I don't feel so alone

I don't feel so alone, I don't feel so alone

As many times as I blink
I'll think of you tonight
I'll think of you tonight

When violet eyes get brighter
And heavy wings grow lighter
I'll taste the sky and feel alive again

And I'll forget the world that I knew
But I swear I won't forget you
Oh, if my voice could reach
Back through the past
I'd whisper in your ear
Oh darling, I wish you were here

laguku banget :)

Semanis Coklat

Semanis Coklat

Bangunan seperti kubus itu bertumpuk tiga dan kubus paling atas terdapat segitiga. Di dalamnya terdapat kubus-kubus kecil. Warnanya sangat klasik. Ya, klasik, gagah, dan kelihatan tua. Warna coklat dan krem menambah kesan tuanya, meski tua tapi nyaman. Gedung coklat itu, rapuh sepertinya. Namun mampu menopang badannya.
Setiap pagi terdengar ”teng” dari gedung itu. Tak jarang banyak anak-anak bermain di halamannya. Sayup-sayup terdengar orang berteriak, bersenda gurau, kadang keseriusan yang terlihat. Meski tua gedung coklat itu, banyak yang merindukan. Terutama pemuda-pemudi berseragam putih abu-abu.
Aku termasuk salah satu pemudi-nya. Teman-teman akrabku sering memanggilku Fitria. Aku seorang siswa sekolah menengah atas duduk di kelas sebelas.
Pukul 09.30 tepatnya jam istirahat tiba. Ditumpukkan kubus paling atas, dibalkon belakang sering aku dan dirinya bercakap-cakap. Meski tak saling pandang dengan jarak dua setengah meter, aku dan dirinya membicarakan tentang kehidupan. Keluarga dan kahayalan-khayalan kami. Suara cekikikan sering kami timbulkan.
Pasti kau bingung dengan kata ”dirinya” yang terselip. Aku hampir lupa menjelaskannya. Dia seorang pemuda yang aku anggap kakakku seorang kakak kelasku yang duduk di kelas duabelas. Berpawakan sedang, berhidung mancung, bermata sipit, rambutnya cepak, dan bibirnya merah. Aku panggil dia, kak Bayu. Tak jarang, kami bertukar pikiran tentang banyak hal. Kak Bayu sering mengajarkanku tentang kedewasaan, atau mungkin pelajaran exact yang tak banyak aku kuasai. Kak Bayu seorang yang pintar, dewasa dan sedikit galak. Tapi aku tetap menyukainya meski ia galak.
Menurutku, ia juga pelawak yang sering menghiburku ketika aku lagi BT . Ia sering menghiburku dengan kata-katanya yang membuatku kembali ceria. Aku yang masih bocah, sering ia ceramahi bagaimana bersikap dewasa. Awalnya aku tak senang dengan ceramah-ceramahnya karena aku ngrasa kalau aku sudah dewasa. Lama aku berpikir tentang kata-katanya, tentang caranya menghadapi masalah. Aku pikir dia lebih dewasa ketimbang aku.
Teng-teng.....“Ah..,suara apa itu?” Berbarengan kami mengucapkannya. Suara “teng” dua kali adalah suara yang paling tidak ingin kami dengar. Karena artinya dengan terpaksa harus kami sudahi percakapan ini.
Begitu seterusnya, setiap istirahat kami selalu berbincang. Tak jarang, kami berbagi makanan, namun aku yang paling sering membawa bekal dari rumah. Aku suka kopi susu dan kebetulan kak Bayu juga. Ada kejadian lucu tentang kopi susu.
Saat aku dan kak Bayu berbincang ada sedikit perkataanku yang menyakitkan, kak Bayu marah dan meninggalkan aku. Aku berusaha untuk meminta maaf namun ia tak begitu saja memaafkanku, aku lupa kalau dia sedikit keras kepala. Susah, aku meminta maaf kepadanya. Hari itu, aku membawa bekal kopi susu, sebenarnya kopi susu itu akan kuminum bersamanya. Karena ia marah dan meninggalkanku sendiri, aku berniat meminumnya sendiri.
Belum sempat aku meminumnya, aku melihat kak Bayu di balkon lantai dua melihatiku dengan rasa kecewa. Karena aku tahu, dia menginginkan kopi susu yang kubawa.
Hihihi....
Akhirnya aku menghapirinya dengan wajah polos, aku meminta maaf dan menyodorkan kopi susu milikku.
”Oke! Aku maafin kamu. Jangan diulang lagi, aku nggak suka kamu ngomong seperti itu. Inget, ini gara-gara kamu bawa kopi susu.”
Ahahahha.... Aku tertawa terbahak-bahak. Karena kopi susu, aku diberinya maaf.
Banyak kenangan indah dan pastinya seru, yang tak pernah aku lupakan. Terutama kenangan ini. Saat itu, kak Bayu sedang sakit, ia dirawat di UKS. Karena aku temannya aku harus menjaganya dan menemaninya. Badannya lemas, berbaring di kasur dengan wajah pucat. Aku tahu, dia butuh supplements yang banyak untuk memulihkan tenaganya. Aku merasa kasihan dengannya. Sudah ibu guru siapkan roti dan teh hangat untuknya. Namun aku berpikir, mana obatnya?
Akhirnya aku berinisiatif untuk mengambilkannya di rumahku yang tak jauh, dari sekolah. Aku kembali ke sekolah.
”Kakak bisa minum supplements-nya sendiri kan?”
Tak ada jawaban, aku berfikir sejenak. Lalu aku angkat punggungnya sehingga posisinya duduk.
”Kak, ini obatnya diminum.” Sedok yang ada ditangaku, aku masukkan ke dalam mulutnya. Dua kali aku melakukannya.
Saat aku melakukannya, mengapa hati ini jadi tidak seperti biasanya? Mengapa aku merasakan hal yang berbeda? Ada apa ini?
Tiba dirumah, aku teringat kejadian tadi dan masih saja merasakan hal yang aneh. Sebelumnya aku pernah merasakan ini, tapi apakah mungkin aku jatuh hati dengan seorang yang sudah kuanggap kakakku itu? Aku berusaha untuk mengabaikan rasa itu.
Keesokan harinya di sekolah. Ditengah jalan aku bertemu dengannya.
”Pagi Fitri....” sapanya.
”Hai kak, gimana? Uda sembuh? Kemarin sakit apa?”
”Hmm..., makasi ya buat yang kemarin sudah ngejagain aku terus ngasi aku obat.” katanya dengan senyum khasnya dan gigi gingsulnya.
”Ya..sama-sama. Toh uda jadi kewajibanku ngejaga temenku.”jawabku dengan tersipu malu.
Teng-teng-teng.....
Suara pelajaran dimulai. Pagi itu, aku tak seperti biasa yang selalu memperhatikan pelajaran dengan saksama. Dibenakku hanya teringat kak Bayu. Aku tak nyaman dengan rasa ini.
”Huft....”aku mendesis dan merebahkan badanku ditembok dan bepikir tanpa memperhatikan guru matematika kesayanganku.
”Fitri.. kamu kok ngelamun? Ada apa?”
Terdengar suara yang kelihatannya suara seorang yang sudah sepuh memanggilku dan membuyarkan lamunanku.
”Ya Pak!” jawabku kaget
”Kenapa melamun?”
”Lagi nggak enak badan Pak, maaf.”
Setelah pelajaran matematika selesai, dilanjutkan pelajaran bahasa Indonesia dan seperti tadi, aku tidak antusias dengan pelajaran.
Aku melihat jam kecilku berwarna hijau yang bertuliskan Swiss Army menujukkan pukul 09.30 dan artinya waktunya beristirahat. Ini saat yang aku tunggu dari tadi, berbincang dengan kak Bayu.
Kebetulan saat itu aku ingin bahas pelajaran matematika. Tentang pembahasan logaritma yang menurutku sedikit rumit karena rumusnya seabrek-abrek.
Hihihi...
”Hai Fit!” sapanya.
”Hai kak!” balasku dengan senyum bocah polos.
Kami berbincang ditempat biasa, di balkon sekolah lantai tiga dibagian belakang. Aku yang memulai pembicaraan.
”Kak, bisa ajarin aku logaritma nggak?”
”Logaritma? Tu mah...gampang! Kecil!” menunjukkan jari kelingkingnya.
Dia mengajariku dengan sabar hingga aku mengerti, tapi aku sedikit-sedikit memperhatikan wajahnya yang menurutku sedikit menarik untuk dilihat. Semakin dalam aku melihatnya, semakin menarik dirinya. Matanya yang sipit tapi tajam, hidungnya yang mancung dan gigi gingsulnya membuatnya terlihat lebih manis.
Dan aku tersadar. Ah! Lebih baik jangan berpikir yang tidak-tidak, atau mengaharap kak Bayu suka padaku. Aku mencoba untuk meyakinkan diriku. Aku berpikir lebih baik aku melupakan hatiku dan tetap berteman dengannya dan tidak mengharapkannya. Meski kak Bayu nggak punya pacar dan aku punya peluang untuk itu. Tapi aku tetap akan melupakannya.
Saat itu, kak Bayu akan menghadapi ujian nasional. Aku sebagai teman terdekatnya harus selalu memberinya semangat meski aku tak percaya dengan semangatku sendiri. Dengan berbagai cara, aku selalu meyakinkannya pasti berhasil dengan usaha dan do’a.
Hari itu, hari Rabu. Kebetulan guru dikelasku tak datang, dan sama di kelasnya. Aku dan dia, berdua di tempat biasa kami berbincang. Hari itu ia bercerita tentang penyesalannya kepada dirinya, tentang bagaimana perasaannya selama ini atas semua hal tidak baik yang pernah ia lakukan.
Takku sangka ia seorang yang kuanggap orang paling galak dan paling cuek sedunia itu menangis di depanku. Aku sangat kaget dengan adegan itu, seperti di sinetron saja. Awalnya aku bingung harus mengatakan apa. Namun tiba-tiba mulutku tergerak dan berkata,”Penyesalan itu memang datang dibelakang. Tapi menyesal terlarut-larut itu tak baik. Sekarang kakak bisa mengambil pelajaran yang bisa diambil dan menjadikannya cerminan untuk melangkah ke depan.” Hanya itu yang dapat aku katakan.
Karena penasaran, aku memaksakan bertanya kepadanya.
”Kenapa aku yang kau pilih untuk tempat cerita?” tanyaku.
”Karena aku merasa kau adalah orang yang terdekat denganku.” jawabnya terisak-isak
Sebenarnya masih banyak pertanyaan yang menggelayut di kepalaku, namun aku tak ingin mengeluarkannya karena aku lihat, ia terlalu sedih jadi aku kurungkan niat untuk banyak bertanya kepadanya.
Sejak saat itu aku merasa, bahwa aku sangat berarti baginya. Aku mulai menerka-nerka apa yang sebenarnya yang ada dihati kak Bayu untukku. Namun aku teringat kembali dengan niatku untuk tak berharap lebih kepadanya. Meski begitu, aku tetap senang dapat berada di sisinya saat suka maupun duka dan ia pun begitu sebaliknya. Sejak saat itu aku merasa, bahwa aku sangat berarti baginya. Aku mulai menerka-nerka apa yang sebenarnya yang ada dihati kak Bayu untukku. Namun aku teringat kembali dengan niatku untuk tak berharap lebih kepadanya. Meski begitu, aku tetap senang dapat berada di sisinya saat suka maupun duka dan ia pun begitu sebaliknya.
Waktu berjalan dengan cepatnya, tak terasa ujian nasional telah tiba. Aku sebagai orang terdekatnya, selalu mendoakanya semoga lulus ujian dengan hasil yang memuaskan. Setelah tiga hari terlalui ujian telah usai dan sekolah beraktivitas seperti biasanya.
Akhirnya, setelah kak Bayu menerima pengumunan kelulusan dan di sekolah bergedung coklat itu, aku mengungkap semua yang kurasakan selama ini. Dan tak diduga ia juga merasakan hal sama seperti yang aku rasakan. Akhirnya kami menjalin suatu hubungan yang menurutku agak tabu bagi sepasang sahabat. Dan ini semua bagai ”semanis coklat” .
Hihihi...

Senin, 30 Agustus 2010

Teruntuk Aktor yang Handal

aku lelah dengan semua ini

dengan tingkahmu

dengan sifatmu

aku tahu, aku mencintaimu

bahkan aku menyayangimu

sebenarnya tak banyak alasan

untuk aku tunjukkan bahwa aku

mencintaimu bahkan menyayangimu

namun kali ini mengapa seribusatu alasan

untuk aku tunjukkan bahwa aku

membencimu?

mencintamu cukup mudah bagiku

mengertimulah yang menurutku sedikit rumit kulakukan

awalnya, aku menikmatinya

dan mengira ini hanya sifat kepuraanmu saja

tetapi mengapa ini terus berlanjut?

apakah selama ini kau hanya bersandiwara?

kau anggap ini adalah sinetron dan aku adalah lawan mainmu?

kau anggap ini hanya permainan saja?


aku sungguh menyayangimu..,


kau bilang, kau merasakan sayang itu?

kau nyaman denganku..,

apakah itu adalah bagian dialog sinetron yang kau buat itu?

mengapa kau menganggap semua ini adalah hal yang berpura?

apakah menurutmu, menunggu bertahun itu mudah tanpa seorang pun mengetahuinya?

bagiku, menunggu adalah hal yang terberat dalam hidupku

sering aku lakukan, meyakinkan diriku

bahwa aku tak suka bahkan tak sayang dirimu

namun aku tak sepintar hatiku yang selalu menginginkamu

aku memang bodoh!

aku tak dapat menipu diriku sendiri

apakah menurutmu aku kurang tulus?

atau hatimu saja yang sudah keras, hingga tak dapat merasakan kasihku?

baiklah jika ini yang kau inginkan dariku

kau sutradara yang baik

sekaligus aktor yang baik pula

dan aku hanya pemain yang dipermainkan saja

Wanita Itu

Wanita Itu..

Tertangkap dengan korneaku
Seorang wanita paruh baya
Jalannya tak lagi tegap
Kulitnya tak lagi halus
Matanya Redup

Kutatap, Kulihat apa yang ia kerjakan
Kutatap dengan mataku yang masih tajam
Lama aku melihatnya, merekam semua yang terjadi
Kuterka apa yang ia lakukan

Bola hitamku menangkap sinar itu
Silau memang
Pupilku mengecil seketika
Bulir bening menetes dipipinya

Tiba-tiba ia berteriak menggelegar
Gendang telingaku terhimpit
Dan...
Daar! Pecah!

Angin segar membelai wajahku
Menyisir rambutku tergerai
Hidungku merasa tertusuk
Wanginya menusuk hidung sampai kerongkonganku
Rasanya mulutku akan mengeluarkan muntah

Tangannya tergenggam
Mata redupnya terbelalak
Jalan bungkuknya sekarang tegap
Namun kulitnya sama dan akan terganti
Terganti dengan kulit muda

Hati Pondok Pesantren

Hati Pondok Pesantren


Pesantren adalah suatu lembaga pendidikan yang dipimpin oleh para ulama’ yang disebut kyai, dan terbukti bahwa pesantren itu, pendidikan yang sangat berhasil. Dibuktikan bahwa pesantren telah menghasilkan para santri yang bisa mendapatkan ilmu untuk bermasyarakat dari segala sudut pandang. Dari ilmu kegamaan, pesantren telah membuktikan bahwa lembaga yang mapan. Pesantren telah dimulai sejak zaman wali sanga ( wali sembilan ). Yang pertama kali membuat pesantren adalah Sunan Ampel, dari Sunan Ampel ke murid-muridnya dan berkembang sampai sekarang.

Pendidikan ala pesantren, membuktikan bahwa dalam dunia pendidikan tersebut yang dibutuhkan hanyalah ijazahnya tetapi kefahaman dari ilmu yang diberikan oleh gurunya. Meskipun tak punya ijazah, lulusan pesantren tetap masih bisa berkembang. Karena ilmu kyai itu mumpuni dari segala sudut pandang, sehingga alumni pesantren mempunyai ilmu yang bermacam-macam.

Pemberian makna manusia sebagai khalifah di bumi, seorang kyai itu dapat memberi warna kepada para santri kesadaran mengelola jagad raya ini dengan sebaik-baiknya. Sehingga banyak para santri yang ahli dalam bidang pertanian, pertenaka bahkan ada santri yang politikus. Seperti, K.H. Hasyim Asy’ari pendiri pesantren Tebu Ireng, Jombang Jawa Timur. Beliau dikatakan sebagai salah satu pelatak fondasi kemerdekaan Indonesia yang disebut Resolusi Jihad.

Pada waktu kelas kedua, Belanda masuk ke Indonesia tahun 1949 yang mendompleng pasukan NATO dengan alasan untuk mengusir Jepang. Pada saat itulah NATO dan Belanda akan mengambil Indonesia. Kemudian Jendral Sudirman menemui K.H. Hasyim Asy’ari, meminta pendapat bagamana hukum membela negara. Dan ternyata hukum membela negara adalah wajib. Dari situlah munculah resolusi jihad yang isinya adalah,”Orang muslim yang mukallaf dan tinggal 90 meter dari tempat peperangan wajib memerangi secara langsung, dan orang muslim yang mukallaf yang tinggal lebih dari 90 meter membantu ” dan dari situlah Bangsa Indonesia dapat merebut kekuasaannya kembali.

Tapi sayangnya sejarah Indonesia tidak mencatat tentang isi Resolusi Jihad. Tapi bagi para kyai dan santri tidak perduli, perjuangannya dicatat dalam sejarah atau tidak, asal Tuhan mencatat perjuangan mereka. Disitulah letak kekuatan pesantren.

Sehingga dari hal-hal yang demikian itu bukti bahwa pendidikan yang telah berhasil sampai berabad-abad. Dan hebatnya, sampai sekarang para satri antar pesantren tak pernah tawuran atau saling menyerang. Karena mereka telah dididik akhlaq yang baik berdasarkan ajaran agama yang mereka hayati dan mereka amalkan.

Kemodrenan Pondok tidak Tinggalkan Jati Diri

Kemodrenan Pondok tidak Tinggalkan Jati Diri
Nara Sumber :K.H. Dian Nafi’
Ruang tamu yang terletak di samping mushalla pesantrennya sering dikunjungi tamu lokal dan mancanegara yang ingin bertukar pikiran dengan sang tuan rumah yang baru 44 tahun itu. Beliau adalah K.H. Dian Nafi’ pemimpin pondok pesantren Al-Muayyad cabang Windan, Makamhaji Sukoharjo Jawa Tengah. Beliau menghadapi kemodernan dengan cara yang unik. Yaitu, dengan mengajarkan para santri tetap bergumul dengan nilai-nilai agama yang luhur, tetapi juga mengedepankan Pancasila. Dalam kiprahnya yang sekaligus menghapus presepsi orang tentang kekolotan pondok pesantren.
Bagaimana cara mengubah presepsi kebanyakan orang tentang kekolotan pondok pesantren?
Dua hal kemodernan, modern wadah dan modern isi. Modern wadah artinya, simbul, istilah dan penampilannya baru. Tetapi pikirannya kolot. Sedangkan modern isi artinya, simbul, istilah, dan penampilannya lama. Tetapi pikirannya modern tanpa meniggalkan kearifan masa silam. Pesantren peduli kepada kemodernnan, tetapi tak silau dengan kemodernnan. Contohnya, para santri tetap memakai sarung , pecis, dan duduk sila di lantai sambil belajar bahasa Jepang dengan perangkat internet.
Menurut anda apakah bentuk yang sebenarnya kemodrnan?
Kemodernnan itu dianggap bentuk yang sudah jadi, maka banyak orang memilih menjadi modern dengan cara yang sudah ada. Menjadi modern butuh proses, yang penting kesesuaian dengan ruang dan waktu. Misalnya, orang tetap sholih, meskipun tinggal di negara maju sebagai minoritas disana, untuk waktu yang lama. Atau tetap rajin menjalankan sesuai ajaran agamanya itu. Sekaligus, dapat hidup bermartabat dinegara yang sangat kaya, dengan banyak kelimpahan materi dalam waktu yang lama.
Sebenarnya kemodrenan pondok menyangkut kesesuian apa saja?
Kemodernan pondok berkaitan dengan kesesuain ilmu dan sosialnya, tanpa harus menghilangkan jati dirinya. Seperti, santri tetap berbakti kepada orang tuanya, meskipun sudah menduduki jabatan lebih tinggi dan memiliki tingkat pendidikan jauh diatas kedua orang tuanya.
Bagaimana cara mengejar kemodrnan dengan tidak meninggalkan nilai luhur?
Nah! Dari cerita diatas tadi, terlihat bahwa kemodrnnan pondok pesantren itu menjadikan dua hal sekaligus. Yaitu jati diri dan relevansi. Mengejar relevansi dengan mengorbankan jati diri, akan menjadikan lulusan pondok pesantren laku dipasar kerja, tetapi larut oleh gaya hidup yang ada. Sebaliknya, mengejar jati diri dengan mengabaikan relevansi bisa menjadikan lulusan pondok pesantren barperilaku baik, tetapi tidak dapat mewarnai lingkungannya . Karena penampilannya tidak cocok dengan lingkungan pergaulannya.
Apakah dalam Islam mengajarkan tentang jati dirinya yang luhur?
Ada sebuah cerita. Suatu hari , Khalifah Umar Bin Khattab melihat anak muda berjalan menunduk. Amirul Mukminin menegurnya, ”Nak! Angkatlah kepalamu Islam bukan agama yang sakit.” Dengan cerita diatas, dapat di simpulkan bahwa, khalifah Umar bin Khattab mengajarkan generasi muslim tidak silau dengan dunia kemodernnan. Khalifah yang terkenal adil ini, juga mengajarkan kepda kita, agar ada keberanian menatap masa depan dan bergumul dengan persoalan hidup. Dan disitulah jati diri generasi muda dalam ajaran Islam.
Apakah bukti bahwa buku tentang agama Islam yang dikarang oleh imam-imam yang lalu modern ?
Karya-karya Imam Ghazali disimpan di Universitas Hart Ford ( Sims Bory, Keuntucky AS) dan disimpan di manuskrip yang dijaga ketat karena menjadi sumber belajar di Universitas Hart Ford yang terfokus pada kajian agama-agama sekitarnya.
Bukti yang lain, Faro’it ( Hukum waris Islam) itu dipelajari di Sourbonne University. Dan seabad kemudian, yaitu abad ke 16. Pranacis yang paling banyak mengadopsi hukum waris Islam. Prinsip tanpa riba yang dijarkan oleh Fiqih yang teksnya mudah kita dapati di kitab-kitab kuning ( nama buku pelajaran agama Islam ) , menjadi bahan kajian menarik di universitas Inggris. Maka tidak aneh, lulusan Al-Muayyad M. Lutfi Hamidi memperoleh gelar Master Islamic Banking dari negrinya Ratu Elizabeth ini.